Saturday, July 20, 2024
HomeGaya HidupPemerintah Italia Jual Rumah Seharga Rp50 Ribuan, Berminat?

Pemerintah Italia Jual Rumah Seharga Rp50 Ribuan, Berminat?

Pemerintah Italia Jual Rumah Seharga Rp50 Ribuan, Berminat?


Jakarta, CNBC IndonesiaDalam beberapa tahun terakhir, kota-kota yang hampir “mati” di Italia semakin gencar melakukan berbagai upaya agar dapat “bertahan hidup” dengan menarik penduduk baru. Salah satu cara populer bagi sejumlah kota untuk meningkatkan jumlah penduduk adalah menjual rumah seharga satu cangkir kopi, yakni sekitar Rp50 ribuan.

Melansir dari CNN International, sejumlah kota di Italia mulai menjual rumah seharga 1 euro atau sekitar Rp17.544 untuk menarik minat para penduduk agar mau tinggal di sana. Ternyata, cara ini cukup berhasil, terutama pada 2019 dan 2021 lalu.

Berkaca dari kesuksesan itu, kota Sambuca di Sicilia, Italia berencana untuk membuka sesi ketiga penjualan rumah dengan harga murah. Dalam penjualan ketiga ini, Pemerintah Sambuca di Sicilia akan menjual rumah dengan harga awal 3 euro atau sekitar Rp52.645.

Wali Kota Sambuca di Sicilia, Giuseppe Cacioppo mengaku bahwa pihaknya optimis penjualan rumah murah di kotanya akan berlanjut hingga berapa sesi mendatang. Menurutnya, skema penjualan rumah untuk meningkatkan jumlah penduduk ini sukses dilaksanakan.

“Orang asing berbondong-bondong membeli rumah yang kami jual. Sejauh ini, hal itu sukses,” kata Cacioppo, dikutip Selasa (11/6/2024).

Cacioppo mengatakan, rumah-rumah yang dijual terletak di distrik lama Saracen. Secara struktur, rumah yang dijual diklaim dalam kondisi bagus, meskipun masih memerlukan renovasi.

Secara rinci, rumah-rumah yang dijual dalam sesi ini terdiri atas satu hingga tiga lantai, memiliki satu hingga tiga kamar tidur, dan berukuran 50-80 meter persegi yang dibangun dengan batu bata berwarna cokelat keemasan

Tak hanya itu, sejumlah rumah bahkan memiliki balkon berkerangka besi yang menghadap ke gang berbatu dan teras yang indah, serta pintu kayu tua berwarna hijau dengan lengkungan dan jendela yang dihias.

Seiring dengan pernyataan Cacioppo, sebagian besar rumah perlu direnovasi. Bahkan, pembeli harus rela membuang sejumlah barang dan perabotan kuno yang berada di dalam rumah.

Biaya renovasi yang perlu dikeluarkan pun bervariasi tergantung kondisi rumah. Dilaporkan, renovasi sederhana memerlukan biaya 30 ribu euro atau sekitar Rp526,45 juta. Sementara itu untuk renovasi besar-besaran memerlukan biaya 200 ribu euro atau sekitar Rp3,50 miliar.

Dalam penjualan rumah seharga kopi sesi ketiga ini, rumah-rumah di Sambuca di Sicilia akan dilelang dan dijual kepada penawar tertinggi. Penawaran itu nantinya akan diajukan melalui amplop tertutup yang hanya boleh dibuka oleh hakim.

Menurut Cacioppo, peserta lelang diwajibkan membayar uang jaminan deposit sebesar 5 ribu euro atau sekitar Rp87,74 juta. Jika mereka kalah lelang, deposit tersebut akan dikembalikan.

Aturan skema ini menyatakan bahwa para pembeli wajib menyelesaikan renovasi rumah dalam waktu tiga tahun. Jika rumah gagal direnovasi dalam kurun waktu yang ditentukan, uang deposit yang diberikan pada awal lelang otomatis hangus.

Sebelumnya, rumah-rumah di Sambuca di Sicilia sempat dijual dengan harga antara 1 hingga 25 ribu euro dan sukses terjual senilai 5 ribu hingga 10 ribu euro atau sekitar Rp175,46.

Pada saat itu, calon pembeli yang berminat dapat menemukan foto dan deskripsi rumah yang tersedia, serta formulir aplikasi melalui laman resmi balai kota.

Cacioppo mengatakan, penjualan rumah pada batch sebelumnya berhasil memperbaiki perekonomian kota Sambuca di Sicilia, yakni dengan pemasukan sebesar 20 juta euro atau sekitar Rp350,91 miliar. Menurut Cacioppo, sebanyak 250 rumah berhasil terjual dalam sesi-sesi sebelumnya.

Tak hanya itu, penjualan rumah seharga satu cangkir kopi ini juga berhasil meningkatkan omzet toko-toko yang baru dibuka, sera kontrak dengan kontraktor, arsitek, surveyor, desainer interior, dan notaris.

Adapun, rumah-rumah yang dijual pemerintah Sambuca di Sicilia adalah bangunan yang ditinggal setelah gempa bumi di sekitar Lembah Belince pada 1969 silam. Akibat gempa tersebut, banyak penduduk setempat yang meninggalkan kota dan rumahnya dalam keadaan kosong.

“Saat itu, Pemerintah Roma menyetujui undang-undang khusus untuk kebangkitan kota Sambuca dengan memberikan balai kota hak kepemilikan atas rumah-rumah yang ditinggalkan tanpa perantara,” kata Cacioppo.

Dengan demikian, proses penjualan rumah diklaim akan jauh lebih cepat karena pemerintah daerah tidak perlu menjadi penghubung antara pemilik dan pembeli.

[Gambas:Video CNBC]

(rns/rns)


Source link

BERITA TERKAIT

berita populer