Friday, July 19, 2024
HomeGaya HidupStudi Prediksi Warga Bumi Makin Panjang Umur, Hidup Hingga 78 Tahun

Studi Prediksi Warga Bumi Makin Panjang Umur, Hidup Hingga 78 Tahun

Studi Prediksi Warga Bumi Makin Panjang Umur, Hidup Hingga 78 Tahun


Jakarta, CNBC Indonesia Sebuah studi yang memprediksi harapan hidup global hingga 2050 mendatang menemukan bahwa manusia di Bumi akan semakin panjang umur.  

Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) mengungkapkan, sebuah studi dari Global Burden of Disease Study (GBD) 2021 memprediksi bahwa pada 2022 hingga 2050, angka harapan hidup laki-laki akan meningkat sebesar 4,9 tahun, sementara perempuan akan meningkat sebanyak 4,2 tahun.

Secara rinci, angka harapan hidup global diperkirakan meningkat dari 73,6 tahun pada 2022 menjadi 78,1 tahun pada 2050 atau sebesar 4,5 tahun. Sementara itu, harapan hidup sehat global (HALE), yakni rata-rata lama hidup seseorang dalam keadaan sehat, akan meningkat dari 64,8 tahun pada 222 menjadi 67,4 tahun pada 2050.

Menurut studi yang baru dipublikasikan pada Mei 2024 ini, peningkatan tersebut diperkirakan akan menjadi yang terbesar di negara-negara dengan angka harapan hidup yang lebih rendah sehingga dapat berkontribusi terhadap konvergensi peningkatan angka harapan hidup.

Adapun, tren ini sebagian besar didorong oleh gaya hidup masyarakat yang mulai sadar terhadap risiko penyakit kardiovaskular, Covid-19, hingga berbagai penyakit menular, maternal, neonatal, dan gizi.

Selain peningkatan angka harapan hidup, Ketua Ilmu Metrik Kesehatan University of Washington sekaligus Direktur IHME, Dr. Chris Murray memperkirakan bahwa kesenjangan harapan hidup antar wilayah geografis akan berkurang.

“Meskipun kesenjangan kesehatan antara wilayah dengan pendapatan tertinggi dan terendah akan tetap ada, kesenjangan tersebut semakin mengecil, dan peningkatan terbesar diperkirakan akan terjadi di Afrika Sub-Sahara,” kata Dr. Murray dalam laporan studi, dikutip Kamis (30/5/2024).

Dr. Murray menambahkan bahwa peluang terbesar untuk mempercepat pengurangan beban penyakit global adalah melalui intervensi kebijakan yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi faktor risiko perilaku dan metabolisme.

Temuan ini didasarkan pada hasil studi faktor risiko GBD 2021. Studi tersebut menemukan bahwa jumlah tahun yang hilang karena kesehatan buruk dan kematian dini akibat faktor risiko metabolik telah meningkat sebesar 50 persen sejak 2000.

Studi ini juga mengemukakan berbagai skenario alternatif untuk membandingkan potensi hasil kesehatan jika intervensi kesehatan masyarakat yang berbeda dapat menghilangkan paparan terhadap beberapa kelompok faktor risiko utama pada 2050.

Adapun, skenario yang dimaksud adalah berfokus pada lingkungan yang aman dan peningkatan nutrisi serta vaksinasi pada anak-anak.

“Ada peluang besar di masa depan bagi kita untuk mempengaruhi masa depan kesehatan global dengan mengatasi peningkatan faktor risiko metabolisme dan pola makan, terutama yang terkait dengan faktor perilaku dan gaya hidup seperti gula darah tinggi, indeks massa tubuh tinggi, dan tekanan darah tinggi,” jelas Dr. Murray.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

5 Rahasia Panjang Umur hingga 100 Tahun Ala Orang Pakistan

(rns/rns)


Source link

BERITA TERKAIT

berita populer